Minggu, 01 Juni 2014

Dasar Dasar Elektronika ( Transistor )

Transistor Transistor adalah suatu komponen aktif dibuat dari bahan semikonduktor. Ada dua macam transistor, yaitu transistor dwi kutub (bipolar) dan transistor efek medan (Field Effect Transistor – FET). Transistor adalah kependekan dari transfer resistor (resistor transfer), istilah yang memberikan petunjuk mengenai bagaimana perangkat tersebut bekerja; arus yang mengalir pada rangkaian output ditentukan oleh arus yang mengalir pada rangkaian input. Karena transistor adalah perangkat tiga terminal, satu elektroda harus digunakan secara bersama-sama oleh rangkaian input dan output. Transistor dikelompokkan ke dalam dua kategori (bipolar dan efek medan) dan juga dikelompokkan menurut bahan semikonduktor yang dugunakan untuk membuatnya (silikon/germanium) dan menurut bidang aplikasinya (misalnya pensaklaran frekuensi tinggi dan lain-lain). Berikut ini adalah kelas-kelas transistor: - Transistor frekuensi-rendah, Transistor yang dirancang secara spesifik untuk aplikasi-aplikasi frekuensi audio (Di bawah 100 kHz). - Transistor frekuensi-tinggi,Transistor yang dirancang secara spesifik untuk aplikasi-aplikasi frekuensi radio (100 kHz ke atas). - Transistor Daya (Power), Transistor yang bekerja pada level daya yang cukup tinggi (perangkat semacam ini biasanya dikelompokkan ke dalam jenis daya frekuensi audio dan frekuensi radio). - Transistor saklar, Transistor yang dirancang untuk aplikasi-aplikasi pensaklaran. - Transistor derau-rendah (low noise), transistor yang memiliki karakteristik derau-rendah dan yang ditujukan terutama untuk penguat sinyal amplitudo rendah. - Transistor tegangan-tinggi (high voltage), Transistor yang dirancang secara spesifik untuk menangani tegangan tinggi. - Transistor penggerak (driver), Transistor yang bekerja pada level daya dan tegangan menengah dan yang seringkali digunakan sebelum tahapan (daya) akhir yang bekerja pada level daya yang cukup tinggi. - Pengkodean Transistor Sistem eropa untuk mengklasifikasi melibatkan penggunaan kode alfanumerik yang terdiri dari dua huruf dan tiga angka (transistor serbaguna) atau tiga huruf dan dua angka (transistor khusus). Huruf pertama Huruf kedua Bahan Semikonduktor Aplikasi A Germanium B SilikonC Daya-rendah, frekuensi-rendah D Daya-tinggi, frekuensi-rendah E Daya-rendah, frekuensi-tinggi F Daya-tinggi, frekuensi-tinggi Huruf ketiga Pada kasus transistor untuk aplikasi-aplikasi khusus dan industri, huruf ketiga umumnya tidak memiliki arti penting. Contoh: - AF115, sebuah tansistor germanium serbaguna, daya-rendah, frekuensi-tinggi. - BFY51, sebuah transistor silikon khusus, daya-rendah, frekuensi-tinggi. - BC109, sebuah transistor silikon serbaguna, daya-rendah, frekuensi-rendah.

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar